Selamat Datang di situs resmi KRIUKY!
Rengginang: Jenis, Cara Membuat, Harga, dan Peluang Usaha

Rengginang: Jenis, Cara Membuat, Harga, dan Peluang Usaha

(0 customer review)
Rengginang ketan hitam dan putih mekar renyah khas Kriuky

Rengginang adalah salah satu makanan khas Indonesia yang masih tetap lestari hingga saat ini, pada umumnya rengginang terbuat dari beras ketan yang diolah melalui proses tradisional. Seiring berjalannya waktu, rengginang tidak lagi berhenti pada satu bentuk dan bahan. Para perajin sudah mulai banyak mengeksplorasi berbagai alternatif bahan seperti nasi, ubi, hingga bahan pangan berkarbohidrat lainnya. Ini sebagai upaya mereka untuk bisa beradaptasi dengan selera pasar dan ketersediaan bahan yang ada.

Tak sampai disitu, perkembangan ini juga melahirkan keragaman baru, baik dari segi bentuk, ukuran, warna, hingga varian rasa. Rengginang yang dahulu hanya identik dengan rasa gurih klasik kini hadir dalam versi manis, terasi, bawang, balado, cokelat dan lainnya. Bahkan untuk pengemasannya juga sudah banyak yang dikemas dalam ukuran mini yang lebih praktis dan modern. Inovasi tersebut menjadikan rengginang tetap relevan di tengah perubahan zaman, tanpa meninggalkan akar tradisinya.

Di Kriuky, pengembangan produk dilakukan dengan tetap menjaga nilai dasar rengginang sebagai camilan tradisional. Saat ini, Kriuky memilih untuk fokus pada rengginang berbahan beras ketan, dengan ketan hitam sebagai produk unggulan. Bahan ini dipilih bukan hanya karena cita rasanya yang lebih kaya dan aroma yang khas, tetapi juga karena karakternya yang kuat dalam mencerminkan identitas rengginang tradisional berkualitas.

Jenis-Jenis Rengginang yang Populer

rengginang ketan hitam dan putih

a. Berdasarkan Bahan

Rengginang ketan putih

Rengginang ketan putih merupakan jenis rengginang yang paling umum dan mudah dijumpai. Jenis rengginang ini dibuat dari beras ketan putih yang kaya karbohidrat sehingga menghasilkan tekstur renyah dan ringan saat digoreng. 

Dari sisi gizi, ketan putih mengandung energi tinggi, sedikit protein, serta mineral seperti fosfor dan zat besi dalam jumlah sedang. Namun, kandungan seratnya relatif rendah dibanding ketan hitam, sehingga kurang optimal untuk pencernaan jika dikonsumsi berlebihan. Selain itu, indeks glikemiknya cukup tinggi, sehingga konsumsinya perlu dibatasi bagi penderita diabetes atau yang sedang mengontrol kadar gula darah. 

Meski demikian, di kriuki produk rengginang ketan putih tetap diproduksi mengingat terdapat kelebihan dari beras ketan putih, yaitu rasa yang netral, sehingga mudah dikombinasikan dengan berbagai bumbu seperti bawang, terasi, maupun gula untuk varian manis.

Rengginang ketan Hitam 

Berbeda dengan beras ketan putih, rengginang yang terbuat dari beras ketan hitam dikenal dengan warna gelap alami dan cita rasa yang lebih “berisi”. Rengginang jenis ini dibuat dari beras yang kaya pigmen antosianin—senyawa antioksidan yang juga banyak ditemukan pada buah beri. 

Jika dimakah, tekstur rengginang ketan hitam cenderung lebih padat dan rasanya sedikit lebih gurih alami dibanding ketan putih, sehingga cocok untuk produk premium atau diferensiasi brand. Kekurangannya, bahan baku ketan hitam biasanya lebih mahal dan proses pengolahannya membutuhkan ketelitian ekstra agar tetap mekar sempurna saat digoreng. 

Di Kriuky, kami memprioritaskan produksi rengginang ketan hitam karena disitu terdapat satu kelebihan utama, yaitu nilai gizinya yang lebih unggul. Ketan hitam mengandung serat lebih tinggi, zat besi, vitamin E, serta antioksidan yang baik untuk kesehatan jantung dan daya tahan tubuh.

Baca juga: Perbedaan Beras Ketan Hitam dan Putih

b. Berdasarkan Rasa

Rengginang bawang (original) – gurih klasik 

Rengginang bawang merupakan varian klasik yang paling banyak diproduksi oleh pengrajin rengginang sejak dulu, pun di Desa Pentur. Produk ini banyak digemari karena cita rasanya yang sederhana namun kuat. Rengginang jenis ini dibuat dari beras ketan pilihan yang dibumbui bawang dan garam. 

Rengginang ini memiliki rasa gurih alami dengan aroma bawang yang menggugah selera. Teksturnya renyah dan ringan saat digigit, menjadikannya cocok sebagai camilan harian, pelengkap hidangan, maupun sajian khas saat hari raya dan acara keluarga.

Rengginang terasi – aroma khas dan rasa kuat 

Rengginang terasi menawarkan karakter rasa yang lebih berani dengan aroma khas hasil perpaduan beras ketan dan terasi pilihan. Proses pembuatannyapun menuntut keseimbangan bumbu agar rasa terasi tetap kuat tanpa mendominasi. Hasilnya adalah rengginang dengan cita rasa gurih mendalam, cocok bagi penikmat camilan tradisional bercita rasa autentik. Varian ini sering menjadi favorit untuk sajian Lebaran dan produk unggulan usaha rumahan.

Rengginang manis – menggunakan gula putih, gula jawa, atau gula aren. 

Rengginang manis menghadirkan sensasi berbeda melalui perpaduan ketan renyah dengan rasa manis alami dari gula. Gula putih memberikan rasa manis ringan, gula jawa menghasilkan aroma karamel yang hangat, sementara gula aren menawarkan cita rasa lebih kaya dan kompleks. 

Varian ini cocok sebagai camilan santai maupun oleh-oleh khas, dengan karakter rasa yang lembut namun tetap mempertahankan tekstur rengginang yang renyah.

c. Berdasarkan Ukuran

Rengginang Standar (tradisional) 

Rengginang dengan ukuran standar (besar) merupakan bentuk tradisional yang paling lekat dengan budaya masyarakat Jawa. Ukurannya yang lebar dan tebal memberikan sensasi renyah yang khas saat digoreng, dengan bagian tengah yang mekar sempurna. 

Rengginang jenis ini, bagi masyarakat pedesaan seperti di Desa Pentur, biasanya disajikan saat acara keluarga seperti hajatan, upacara-upacara tradisional dan hari raya seperti Lebaran. 

Proses pembuatannya masih mempertahankan cara manual, mulai dari pencetakan hingga penjemuran, sehingga setiap keping memiliki karakter unik dan cita rasa autentik.

Rengginang mini (praktis & modern) 

Rengginang mini hadir sebagai inovasi modern yang menyesuaikan gaya konsumsi masa kini. Ukurannya lebih kecil, ringan, dan mudah dikemas, sehingga praktis untuk camilan harian, bekal, maupun oleh-oleh. 

Meski berukuran mini, proses pembuatannya tetap menggunakan beras ketan pilihan dan teknik tradisional agar tetap mekar dan renyah saat digoreng. Bentuknya yang seragam juga memudahkan pengemasan dan penjualan dalam skala UMKM maupun retail modern.

Baca juga: 10 Produk Rengginang Produksi Kriuky – Cita Rasa Tradisi dari Desa Pentur

Cara Membuat Rengginang

cara membuat rengginang

1. Pemilihan beras ketan berkualitas

Satu hal yang dilakukan oleh Kriuky untuk membuat rengginang berkualitas tentu tidak bisa lepas dari pemilihan beras ketan yang berkualitas. Kualitas beras akan menentukan hasil akhir rengginang, mulai dari rasa, aroma, hingga kemampuan mekar saat digoreng. Ketan yang baik memiliki kadar pati seimbang, tidak apek, dan butirannya utuh sehingga menghasilkan tekstur renyah dan tidak mudah bantat.

Untuk menghasilkan rengginang yang terlihat cantik dan rapi, gunakan beras ketan putih varietas long grain (bulir panjang). Ketan jenis ini memiliki kadar amilopektin yang tinggi namun tetap stabil saat dikukus, sehingga bulir-bulirnya tidak mudah hancur dan tetap terlihat utuh saat sudah menjadi rengginang matang.

Untuk hasil yang lebih maksimal, gunakan beras ketan dari panenan terbaru (beras baru) dari petani. Beras ketan di stok yang terlalu lama biasanya memiliki aroma apak yang sulit hilang meskipun sudah dicuci berkali-kali. 

2. Perendaman & pengukusan

Perendaman beras ketan berfungsi untuk melembutkan butiran ketan dan membantu proses pematangan merata saat dikukus. Pengukusan dilakukan untuk mengaktifkan pati alami ketan agar lengket sempurna, sehingga adonan mudah dibumbui, dicetak, dan menghasilkan rengginang yang mengembang.

3. Pemberian bumbu

Setelah proses pengukusan, bumbu ditambahkan saat ketan masih panas setengah matang agar mudah meresap dan tercampur merata. Beberapa pengrajin juga ada yang mencampurkan bumbu di saat pengukusan yakni dengan menyiramkan bumbu yang sudah dicairkan. 

Setelah bumbu dicampurkan dan diaduk, ketan dikukus lagi hingga matang. Proses ini memastikan rasa menyatu hingga ke dalam, bukan hanya di permukaan, sehingga rengginang tetap gurih atau manis meski setelah digoreng.

4. Pencetakan

Pencetakan dilakukan untuk membentuk rengginang dengan ukuran dan ketebalan yang seragam. Jika pada jaman dahulu pencetakan menggunakan kulit bambu yang dibuat melingkar, saat ini beberapa pengrajin biasa menggunakan potongan paralon maupun cetakan dari logam. Tekanan yang tepat pada beras ketan yang masih panas, dapat menjaga struktur beras tetap berongga, sehingga rengginang dapat mekar sempurna dan tidak menggumpal saat proses penggorengan.

5. Penjemuran hingga benar-benar kering

Fungsi utama penjemuran rengginang adalah untuk menghilangkan kadar air secara alami agar rengginang awet dan tidak berjamur. Rengginang yang kering sempurna akan mengembang maksimal saat digoreng dan menghasilkan tekstur renyah yang tahan lama.

6. Penggorengan

Penggorengan dilakukan dengan minyak panas dan api sedang agar rengginang mekar secara merata tanpa gosong. Teknik ini memungkinkan uap air keluar perlahan, membentuk rongga udara yang membuat rengginang renyah, ringan, dan tidak berminyak.

Kunci rengginang mekar dan renyah:

Ketan matang sempurna

Saat mengukus beras ketan, pastikan ketan matang sempurna. Hal ini bertujuan agar pati pada beras sudah benar-benar aktif sehingga bisa menyatu dengan baik. Jika masih setengah matang, struktur beras akan terasa padat dan sulit mengembang saat digoreng, sehingga rengginang cenderung bantat dan teksturnya keras.

Jemur sampai kadar air rendah

Kadar air yang rendah sangat penting agar rengginang tidak meletup dan mekar merata saat digoreng. Sisa air yang terlalu tinggi akan menghambat pembentukan rongga udara, menyebabkan rengginang keras atau tidak mengembang sempurna. Menurut pengalaman, mengeringkan rengginang terbaik saat ini adalah dengan penjemuran langsung, jika dikeringkan menggunakan oven biasanya hanya kering di luar, didalam masih lembab. Jika menggunakan oven baiknya dengan suhu sekita 50-60 C saja namun dalam jangka waktu yang lama, dan ini bisa pemborosan energi listrik.


Minyak benar-benar panas saat menggoreng

Minyak yang sudah panas memungkinkan sisa kadar air di dalam rengginang menguap dengan cepat dan membentuk tekanan udara. Proses ini membuat rengginang langsung mekar, ringan, dan renyah, sekaligus mencegah minyak meresap berlebihan ke dalam rengginang.Minyak benar-benar panas saat menggoreng

Baca: Cara Membuat Rengginang Ketan Mekar dan Renyah, Anti Bantet

Harga Rengginang di Pasaran per 1kg

harga rengginang mentah kriuky


Harga rengginang sangat bergantung pada berbagai faktor:

Kisaran Harga Umum:

  • Rengginang mentah:
    ± Rp40.000 – Rp70.000/kg

  • Rengginang matang:
    ± Rp60.000 – Rp120.000/kg

  • Rengginang mini kemasan:
    Rengginang mini biasa dibandrol mulai dari belasan ribu per pack

Faktor yang memengaruhi harga:

Jenis ketan (hitam / putih)
Jenis ketan sangat memengaruhi harga rengginang. Ketan hitam umumnya lebih mahal karena ketersediaannya lebih terbatas dan nilai gizinya lebih tinggi, sementara ketan putih lebih ekonomis dan mudah diperoleh dalam jumlah besar.

Proses produksi (manual vs mesin)
Produksi manual membutuhkan waktu, tenaga, dan ketelitian lebih tinggi, sehingga biaya produksinya cenderung lebih besar. Sebaliknya, proses berbasis mesin memungkinkan volume lebih banyak dan harga lebih kompetitif, meski karakter produknya bisa berbeda.

Kualitas bahan & bumbu
Penggunaan bahan baku dan bumbu berkualitas langsung berpengaruh pada rasa dan aroma. Bumbu alami tanpa campuran berlebihan biasanya memiliki biaya lebih tinggi, namun menghasilkan produk dengan cita rasa lebih autentik dan konsisten.

Kemasan
Jenis kemasan memengaruhi harga jual sekaligus persepsi nilai produk. Kemasan sederhana cocok untuk pasar grosir, sementara kemasan premium meningkatkan daya tarik, keawetan, dan nilai jual, terutama untuk oleh-oleh dan hampers.

Rengginang sebagai Peluang Usaha

rengginang sebagai peluang usaha hampers lebaran


Rengginang hingga saat ini masih bisa menjadi salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan. Dengan modal terjangkau, namun masih memiliki potensi pasar yang cukup luas. 

Adapun keunggulan bisnis Rengginang antara lain:

Bahan baku mudah didapat

Rengginang menggunakan bahan baku sederhana seperti beras ketan, bumbu dapur, dan minyak goreng yang mudah diperoleh di berbagai daerah. Hal ini membuat biaya produksi lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada bahan impor atau musiman.

Bisa diproduksi rumahan

Proses pembuatan rengginang tidak memerlukan mesin kompleks, sehingga dapat dilakukan dari rumah dengan peralatan dapur sederhana. Model ini sangat cocok untuk UMKM dan usaha keluarga karena minim modal awal dan mudah dikembangkan bertahap.

Tahan lama

Rengginang mentah memiliki daya simpan panjang jika dikeringkan dengan baik dan disimpan benar. Ketahanannya memudahkan distribusi jarak jauh, mengurangi risiko kerugian, dan memungkinkan stok disiapkan jauh sebelum musim penjualan tinggi.

Pasar luas (offline & online)

Rengginang diterima oleh berbagai segmen usia dan budaya, sehingga mudah dipasarkan secara offline maupun online. Produk ini cocok dijual di pasar tradisional, toko oleh-oleh, hingga marketplace dan media sosial.

Cocok untuk sistem reseller

Bentuk produk yang tahan lama dan mudah dikemas membuat rengginang ideal untuk sistem reseller. Pelaku usaha dapat memperluas jangkauan pasar tanpa membuka banyak cabang, sekaligus membangun jaringan penjualan yang berkelanjutan.

Model Usaha Rengginang:

Jual rengginang mentah
Rengginang mentah banyak diminati karena bisa disimpan lama dan digoreng sesuai kebutuhan. Model usaha ini cocok untuk reseller dan pembeli grosir karena praktis, mudah dikirim, serta memberi fleksibilitas dalam pengolahan dan penyajian.

Jual rengginang matang kemasan
Rengginang matang siap santap menawarkan kepraktisan bagi konsumen. Dikemas rapi dan higienis, produk ini cocok untuk penjualan retail, online marketplace, maupun titip jual di toko, dengan nilai tambah pada rasa dan kemasan.

Hampers lebaran
Rengginang menjadi pilihan menarik untuk hampers Lebaran karena bernuansa tradisional dan tahan lama. Dikombinasikan dengan kemasan eksklusif, produk ini memiliki nilai jual lebih tinggi dan cocok untuk kebutuhan pribadi maupun pesanan korporasi.

Oleh-oleh khas daerah
Sebagai camilan tradisional, rengginang mudah diposisikan sebagai oleh-oleh khas daerah. Cita rasa autentik dan cerita asal-usulnya menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang mencari produk lokal bernilai budaya.

Rengginang bukan sekadar camilan tradisional, melainkan warisan rasa yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Dengan memahami jenis, proses pembuatan, harga, dan peluang usahanya, rengginang dapat terus relevan di era modern.

Bagi konsumen, memilih rengginang berkualitas berarti menghargai proses dan tradisi.

Bagi pelaku usaha, rengginang adalah peluang nyata untuk membangun bisnis berbasis budaya lokal.