Selamat Datang di situs resmi KRIUKY!
Cara Membuat Rengginang Ketan Mekar dan Renyah, Anti Bantet

Cara Membuat Rengginang Ketan Mekar dan Renyah, Anti Bantet

(0 customer review)

cara membuat rengginang di desa pentur

Rengginang ketan adalah salah satu camilan tradisional Indonesia yang masih sangat digemari hingga sekarang. Kriuky merupakan salah satu dari sekian banyak pembuat rengginang di Indonesia yang beroperasi di Desa Pentur Boyolali, 

Setiap pembuat rengginang tentu punya resepnya masing-masing dan cara tersendiri agar teksturnya bisa renyah, bentuknya dapat mengembang besar, serta rasa gurihnya membuat rengginang cocok disantap kapan saja. Namun, tidak sedikit orang yang gagal membuat rengginang karena hasilnya bantet, tidak mekar, atau kurang renyah saat digoreng.

Dalam artikel ini, akan kami ulas secara lengkap bagaimana cara membuat rengginang ketan agar mekar sempurna dan renyah menurut pengalaman kami di Desa, mulai dari pemilihan bahan, teknik pengukusan dua tahap, cara mencetak, hingga teknik menggoreng agar hasilnya maksimal.

Bahan dan Peralatan yang Digunakan

Beberapa ukuran bahan yang disebutkan di sini adalah takaran untuk praktik atau percobaan membuat rengginang dalam skala kecil. 

Untuk produksi sebenarnya, jumlah tersebut bisa Anda kalikan dan sesuaikan dengan kebutuhan, kapasitas alat, serta target penjualan agar proses tetap efisien dan hasilnya konsisten. 

Bahan utama:

  • 1 kg beras ketan putih (Ketan putih vs Ketan Hitam)

  • 5 siung bawang putih

  • 1,5 sendok teh garam

  • ¾ sendok teh penyedap rasa (opsional)

  • 1 cm terasi

  • 150 ml air panas

  • Minyak goreng secukupnya

Peralatan:

  • Alat pengukus, Alat pengukus digunakan untuk memasak beras ketan hingga matang dan pulen sebelum dicetak menjadi rengginang. Anda bisa memakai kukusan sederhana yang tersedia di rumah, seperti dandang atau panci kukus. Yang terpenting, uap panas dapat menyebar merata agar ketan matang sempurna hingga bagian dalam.

  • Puring nasi atau kain kukusan, berfungsi sebagai alas di dalam kukusan agar ketan tidak lengket dan mudah diangkat setelah matang. Kain ini juga membantu uap panas merata serta mencegah butiran ketan jatuh ke bawah. Gunakan kain bersih agar hasil tetap higienis.

  • Kukusan dengan penutup, ini membantu menjaga panas dan uap tetap terperangkap di dalamnya. Dengan penutup rapat, proses pematangan ketan menjadi lebih cepat dan merata. Uap yang stabil sangat penting untuk menghasilkan tekstur ketan yang pulen dan siap dicetak menjadi rengginang.

  • Baskom, digunakan sebagai wadah untuk menampung ketan setengah matang saat dibumbui dan saat matang sempurna untuk dicetak. Pilih baskom yang cukup besar agar mudah saat mengaduk bumbu supaya tercampur rata. Wadah yang bersih dan kering membantu menjaga kualitas dan kebersihan adonan.

  • Widig (anyaman bambu), Nampan ataupun plastik untuk alas. berfungsi sebagai alas saat mencetak dan menjemur rengginang. Alas ini membantu menjaga bentuk tetap rapi serta memudahkan proses pengeringan. Anyaman bambu biasanya lebih tradisional dan mendukung sirkulasi udara yang baik saat dijemur.

  • Sendok makan atau centong, digunakan untuk mengambil dan membentuk ketan menjadi bulatan rengginang. Alat ini membantu memastikan ukuran setiap cetakan relatif sama sehingga hasil lebih seragam. Dengan takaran yang konsisten, proses pengeringan dan penggorengan juga menjadi lebih merata.

  • Cetakan Rengginang, membantu membentuk ketan menjadi ukuran dan ketebalan yang seragam. Bentuk yang rapi mempengaruhi tampilan dan hasil akhir saat digoreng. Dengan cetakan, proses produksi menjadi lebih cepat, praktis, dan menghasilkan rengginang yang tampak profesional.

Penggunaan alat yang tepat akan mempermudah proses dan membantu hasil akhir rengginang lebih konsisten.

Merendam Beras Ketan

Perendaman beras ketan sebelum dikukus bukan sekadar tradisi, tapi punya fungsi teknis yang sangat penting dalam hasil akhir rengginang. Perendaman bisa dilakukan minimal satu jam, beberapa pengrajin terkadang bisa sampai 2-4 jam, bahkan ada yang semalaman.

Beras ketan memiliki struktur pati (amilosa & amilopektin) yang padat. Dengan direndam, air semakin mudah masuk ke dalam butir beras, akibatnya struktur ketan bisa menjadi lebih lunak dan proses pengukusan jadi lebih merata. Tanpa perendaman, bagian luar bisa cepat matang tapi bagian dalam masih keras.

Saat dikukus, pati dalam ketan mengalami gelatinisasi (mengembang dan lengket). Perendaman akan membantu penyerapan air lebih cepat, saat kena panas, pati langsung mengembang sempurna sehingga hasilnya nasi ketan lebih pulen dan menyatu

Ini penting supaya rengginang bisa “menempel” satu sama lain saat dicetak.

Mengukus Beras Ketan

Setelah beras ketan direndam, cara membuat rengginang ketan mekar dan renyah adalah mengukus beras ketan. Beras dimasukkan ke dalam kukusan yang sudah dialasi puring nasi. Puring nasi sangat membantu karena memudahkan saat mengangkat ketan setelah dikukus.

Masukkan seluruh beras ketan ke dalam kukusan, lalu kukus selama 30 menit dengan api sedang. Pastikan kukusan tertutup rapat agar uap panas tidak keluar dan ketan matang merata.

Setelah sekitar 30 menit, angkat beras ketan dan sisihkan sebentar. Jangan biarkan terlalu lama hingga dingin, karena proses pencampuran bumbu sebaiknya dilakukan saat ketan masih panas.

Pada posisi ini, beras ketan yang dimasak adalah setengah matang, warga Pentur sering menyebutnya ketan karon (ketan yang diolah setengah matang). 

Menyiapkan dan Menghaluskan Bumbu

Sambil menunggu ketan dikukus setengah matang, siapkan bumbu. Haluskan:

  • 5 siung bawang putih

  • 1,5 sendok teh garam

  • ¾ sendok teh penyedap rasa

Dalam penyiapannya, bumbu bisa diulek manual menggunakan cobek batu atau Anda juga bisa menggunakan blender/chopper. Setelah bumbu dirasa cukup halus, tambahkan 1 cm terasi, lalu ulek kembali hingga tercampur rata. Terasi berfungsi sebagai penguat rasa dan aroma gurih khas rengginang.

Setelah bumbu benar-benar halus dan campuran merata, tuangkan 150 ml air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga bumbu larut dan tercampur.

Mencampur Bumbu dengan Ketan

Mencampur Bumbu rengginang dengan Ketan

Saat beras ketan masih dalam kondisi panas setelah dikukus tahap pertama, segera tuangkan ke dalam baskom besar agar mudah diolah. Larutan bumbu yang sudah disiapkan kemudian disiramkan secara merata di atas ketan. 

Aduk perlahan namun menyeluruh menggunakan centong. Pastikan setiap butir ketan terkena bumbu, sehingga tidak ada bagian yang terasa hambar. Proses pencampuran sebaiknya dilakukan selagi ketan masih panas agar penyerapan rasa lebih optimal dan hasil akhir lebih gurih serta merata.

Setelah seluruh bumbu tercampur rata, tuangkan sisa air panas sedikit demi sedikit hingga habis. Aduk kembali dengan gerakan memutar agar air terserap sempurna ke dalam ketan. Perhatikan teksturnya, ketan akan tampak lebih lembap dan pulen, namun tidak sampai berair atau terlalu lembek.

Keahlian mencampur bumbu inilah yang menjadi salah satu faktor lahirnya beragam varian rasa rengginang. 

Pengukusan Kedua: Kunci Rengginang Mekar

Setelah dicampur bumbu, ketan dikukus untuk kedua kalinya. Kukusan kembali dialasi puring nasi, lalu seluruh ketan dimasukkan dan diratakan.

Kukus dengan api sedang selama 30 menit. Proses pengukusan kedua ini berfungsi untuk mematangkan bumbu, menyatukan tekstur ketan, dan menciptakan struktur yang kuat agar rengginang bisa mengembang sempurna saat digoreng.

Setelah 30 menit, matikan api. Jangan langsung mengeluarkan semua ketan dari kukusan agar tidak cepat kering. Ambil sedikit demi sedikit kedalam baskom sesuai kebutuhan saat mencetak.

Cara Mencetak Rengginang

Ada banyak teknik mencetak yang bisa dilakukan pengrajin. Beberapa alat cetak yang biasa digunakan diantaranya:

  • Cetakan bambu. Ini adalah cetakan tradisional yang terbuat dari bilah bambu yang dibentuk melingkar. Ringan, sederhana, dan mudah dibuat sendiri. Cocok untuk produksi rumahan karena memberi kesan alami.
  • Paralon, Potongan pipa paralon yang dipotong sesuai tinggi rengginang. Praktis, kuat, dan mudah dibersihkan. Ukurannya bisa disesuaikan sehingga hasil cetakan lebih seragam dan rapi.
  • Tutup Gelas, Alternatif sederhana yang mudah ditemukan di rumah. Cocok untuk skala kecil atau percobaan. Diameter tutup menentukan besar kecilnya rengginang yang dihasilkan.
  • Cetakan Logam.Cetakan berbahan logam yang lebih kokoh dan tahan lama. Umumnya digunakan untuk produksi lebih banyak karena hasilnya konsisten, presisi, dan terlihat lebih profesional.

Siapkan alas nampan (atau lainnya) dan alat cetak yang sudah dialasi plastik. Ambil 1 sendok makan penuh ketan (sekitar 25 gram), lalu letakkan di dalam cetakan di atas nampan.

Bentuk ketan menjadi bulat pipih menggunakan sendok ataupun tangan dan rapikan sesuai kebutuhan. Jangan ditekan-tekan terlalu keras, cukup diratakan dan dirapikan saja. Menekan ketan terlalu keras akan membuat rengginang lebih padat dan sulit mekar saat digoreng.

Hasil cetakan yang baik adalah rengginang dengan permukaan rata, tidak retak, dan tidak terlalu tipis.

Proses Penjemuran Hingga Kering Sempurna

Setelah rengginang dicetak, proses selanjutnya adalah menjemurnya di bawah terik sinar matahari langsung. Jemur lah rengginang hingga bagian atas benar-benar kering terlebih dahulu. Biasanya, jika bagian atas kering rengginang bagian bawah akan  mudah mengelupas dari alasnya. Setelah itu , baru dibalik agar bagian bawahnya juga kering.

Total waktu penjemuran sangat tergantung cuaca. Jika cuaca normal dua hari sudah cukup kering, masing-masing sisi dijemur selama satu hari penuh. Penjemuran yang sempurna ditandai dengan rengginang yang keras, ringan, dan tidak terasa lembap saat ditekan.

Rengginang yang belum kering sempurna berisiko tidak mengembang dan menyerap banyak minyak saat digoreng.

Saat musim penghujan tiba, proses pengeringan rengginang memang menjadi tantangan tersendiri. Sinar matahari yang minim membuat waktu jemur lebih lama dan risiko lembap meningkat. 

mengeringkan rengginang di sekitar tungku kayu

Untuk mengatasinya, beberapa pengrajin mengeringkan rengginang di sekitar tungku kayu. Panas alami dari api membantu mengurangi kadar air, meski hasilnya tidak sekering jemur matahari langsung. 

Cara lain yang lebih modern adalah menggunakan mesin pengering rengginang. Alat ini mampu menjaga suhu stabil sehingga proses pengeringan lebih merata dan higienis. 

Meski begitu, banyak pengrajin tetap menilai bahwa rengginang yang dijemur alami memiliki tekstur dan rasa yang lebih maksimal saat digoreng.

Baca juga: Rengginang Terasi Desa Pentur: Warisan Rasa yang Berjuang Melawan Cuaca Demi Tradisi Lebaran

Teknik Menggoreng Agar Rengginang Mekar Sempurna

Setelah rengginang kering sempurna, langkah selanjutnya adalah penggorengan.

Panaskan minyak dalam jumlah banyak hingga benar-benar panas. Gunakan api sedang. Goreng rengginang sedikit demi sedikit agar suhu minyak tetap stabil.

Masukkan satu rengginang ke minyak, lalu:

  1. Celupkan sebentar sambil digoyangkan

  2. Angkat

  3. Celupkan kembali

  4. Ulangi hingga rengginang mulai mengembang

  5. Setelah mengembang, celupkan seluruh bagian dan balik

  6. Angkat segera

Teknik celup-angkat ini membantu rengginang mengembang perlahan dan merata tanpa gosong.

Hasil Akhir Rengginang yang Sempurna

Rengginang yang berhasil akan terlihat:

  • Mekar besar dan bulat

  • Teksturnya kokoh, tidak rapuh

  • Warna cantik dan merata

  • Sangat renyah saat diremukkan

  • Gurih dan tidak berminyak

Dengan teknik yang tepat, dari 1 kg beras ketan bisa dihasilkan rengginang dalam jumlah banyak dan memuaskan.

Penutup

Membuat rengginang ketan mekar dan renyah memang membutuhkan ketelatenan, tetapi hasilnya sangat sepadan. Kunci utama keberhasilan ada pada pengukusan dua tahap, pencetakan tanpa ditekan keras, penjemuran sempurna, dan teknik menggoreng yang benar.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, kamu bisa menghasilkan rengginang yang tidak hanya enak untuk camilan keluarga, tetapi juga layak dijadikan produk usaha. Apalagi di cuaca panas, proses pengeringan akan lebih cepat dan hasilnya maksimal.

Selamat mencoba dan semoga berhasil membuat rengginang ketan yang mekar, renyah, dan bikin nagih!